PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis
terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan
pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan
belajar (Rozali, 2008).
Dari batasan di atas terlihat adanya
kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar.
Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan
menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal
belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada
persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan tindakan belajar. Karena konsentrasinya pada persoalan
belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik
terutama pada persoalan berpikir, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini
pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai
bidang ilmu ini agar mereka dalam menjalankan fungsinya dapat menciptakan
kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya
tindakan-tindakan belajar secara efektif dan menyenangkan dengan tentunya
melalui proses berpikir yang baik (Rozali, 2008).
Mengenai soal berpikir ini terdapat
beberapa pendapat, diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses
asosiasi saja, pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum Asosialist.
Sedangkan kaum Fungsionalist memandang berpikir sebagai suatu proses penguatan
hubungan antara stimulus dan respons. Diantaranya ada yang mengemukakan bahwa
berpikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua
objek atau lebih (Indrioko, 2012).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun
rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini, yaitu:
1. Apa definisi berpikir?
2. Apa macam-macam pola berpikir?
3. Apa komponen yang terdapat dalam berpikir?
4. Bagaimana proses berpikir?
5. Apa yang dimaksud problem solving?
6. Bagaimana metode berpikir secara Islami?
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan
rumusan masalah pada makalah ini, adapun tujuan yang hendak dicapai yaitu:
1. Mengetahui definisi dari berpikir.
2. Mengetahui macam-macam berpikir.
3. Mengetahui komponen yang terdapat di dalam berpikir.
4. Mengetahui proses berpikir.
5. Mengetahui yang dimaksud problem solving.
6. Mengetahui metode berpikir secara Islami.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Berpikir
Definisi yang paling umum dari
berpikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri seseorang.
Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan
antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang
berupa pengertian-pengertian (Ismienar, 2009).
Berpikir adalah suatu kegiatan
mental yang melibatkan keja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas
kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut
otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga
melibatkan perasaan dan kehendak manusia (Ismienar, 2009).
Berpikir merupakan suatu aktivitas akal dan rohani yang
berlaku pada seseorang akibat adanya kecenderungan ingin mengetahui dan
mengalami. Akal manusia berfungsi untuk mengingat (Said, 2011).
Akal atau pikiran adalah sumber ilmu
intelektual (intelectual knowledge) yang menghasilkan transfer
knowledge dan transfer value melalui proses pemikiran
melalui akal (Said, 2011).
Secara sederhana, berpikir adalah
memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih
formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi
kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan
dalam long term memory. Jadi berpikir adalah sebuah representasi
simbol dari beberapa peristiwa atau item (Latipah, 2012).
Berdasarkan pengertian
tersebut, tampak 3 pandangan dasar tentang berpikir, yaitu:
1. Berpikir adalah proses kognitif, yaitu timbul secara
internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku.
2. Berpikir merupakan
sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem
kognitif.
3. Berpikir diarahkan pada solusi atau menghasilkan perilaku
yang memecahkan masalah (Latipah, 2012
B.Macam-macam berpikir
Berpikir banyak sekali macamnya. Banyak para ahli yang
mengutarakan pendapat mereka. Berikut ini akan dijelaskan macam-macam berpikir,
yaitu:
1. Berpikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasakan kebiasaan
sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya. Misal: penalaran tentang panasnya
api yang dapat membakar jika dikenakan kayu pasti kayu itu akan terbakar.
2. Berpikir ilmiah adalah
pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dabn cermat. Misal:
dua hal yang bertentangan penuh tidak dapat sebagai sifat hal tertentu pada
saat yang sama dalam satu kesatuan.
3. Berpikir autistik: contoh berpikir autistik antara lain adalah mengkhayal,
fantasi atau wishful thinking. Dengan berpikir autistik seseorang melarikan
diri dari kenyataan dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.
4. Berpikir realistik adalah berpikir dalam rangka menyesuaikan diri
dengan dunia nyata, biasanya disebut dengan nalar (reasoning). Floyd L.
Ruch (1967) menyebutkan ada tiga macam berpikir realistik, atara lain:
a. Berpikir Deduktif
Deduktif merupakan sifat deduksi. Jadi, berpikir deduktif
adalah proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari proposisi yang sudah ada,
menuju proposisi baru yang berbentuk kesimpulan.
b. Berpikir Induktif
Induktif artinya bersifat induksi. Jadi, berpikir
induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena
individual untuk menurunkan suatu kesimpulan. Berpikir induktif adalah menarik
suatu kesimpulan umum dari berbagai kejadian yang ada di sekitarnya.
c. Berpikir Evaluatif
Berpikir evaluatif ialah berpikir kritis, menilai
baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan (Ismienar, 2009).
C. Komponen Berpikir
Ketika berpikir, seseorang
menghubungkan pengertian satu dengan pengertian lain untuk memecahkan masalah.
Pengertian-pengertian tersebut merupakan bahan atau materi yang digunakan dalam
proses berpikir. Pengertian-pengertian tersebut dapat dirangkum sebagai tiga
elemen dasar dalam berpikir yaitu:
1. Mental images merupakan
representasi dalam pikiran yang menyerupai objek atau peristiwa yang
direpresentasikan.
2. Konsep adalah
kategorisasi objek, peristiwa, atau orang yang memiliki karakteristik umum.
3. Penalaran adalah proses
ketika informasi digunakan untuk menarik kesimpulan dan mengambil keputusan
(Latipah, 2012).
D. Proses Berpikir
Proses berpikir itu pada pokoknya ada 4 langkah, yaitu:
1. Pembentukan Pengertian
Pengertian atau lebih tepatnya disebut pengertian logis
dibentuk melalui 3 tingkatan, sebagai berikut:
a. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis.
b. Membanding-bandingkan ciri tersebut.
c. Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan atau membuang
ciri-ciri yang tidak hakiki dan menangkap ciri-ciri yang hakiki.
2. Pembentukan Pendapat, yaitu menggabungkan atau memisah beberapa
pengertian menjadi suatu tanda yang khas dari masalah itu. Pendapat dibedakan
menjadi 3 macam, yaitu:
a. Pendapat Afirmatif (positif), yaitu pendapat yang secara
tegas menyatakan sesuatu.
b. Pendapat Negatif, yaitu pendapat yang secara tegas
menerangkan tidak adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal.
c. Pendapat Modalitas (kebarangkalian), yaitu pendapat yang
menerangkan kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada suatu hal.
3. Pembentukan Keputusan, yaitu menggabung-gabungkan pendapat tersebut.
Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan
pendapat-pendapat yang telah ada. Ada tiga macam keputusan, yaitu:
a. Keputusan dari pengalaman-pengalaman.
b. Keputusan dari tanggapan-tanggapan.
c. Keputusan dari pengertian-pengertian.
4. Pembentukan Kesimpulan, yaitu menarik keputusan dari keputusan-keputusan yang
lain (Ismienar, 2009).
E. Problem Solving
Problem solving atau pemecahan
masalah adalah kemampuan berpikir yang utama karena hal itu meliputi cara
berpikir yang lainnya: berpikir kreatif dan analitis untuk pembuatan keputusan.
1. Berpikir Kreatif, adalah berpikir yang memberikan perspektif baru atau
menangkap peluang baru sehingga memunculkan ide-ide baru yang belum pernah ada.
Kreatif tidak hanya demikian tetapi kreatif juga sebuah kombinasi baru yaitu
kumpulan gagasan baru hasil dari gagasan-gagasan lama. Menggabungkan beberapa gagasan
menjadi sebuah ide baru yang lebih baik.
2. Berpikir Analitis, adalah berpikir yang menggunakan sebuah tahapan
atau langkah-langkah logis. Langkah berpikir analitis ialah menguji sebuah
pernyataan atau bukti dengan standar objektif, melihat bawah permukaan sampai
akar-akar permasalah, menimbang atau memutuskan atas dasar logika (Ismienar,
2009).
Adapun proses pemecahan masalah, yaitu:
1. Penafsiran masalah, disebut juga dengan mendefinisikan
masalah dengan cara berpikir kreatif.
2. Strategi pemecahan masalah, yaitu membuat seleksi
terhadap strategi pemecahan masalah yang terbaik (Ismienar, 2009).
F. Metode Berpikir Islami
Berpikir adalah suatu aktivitas yang
dapat dilakukan oleh semua orang, baik muslim atau non muslim, yang akan
menghasilkan kesimpulan yang beragam, dan tentu diperlukan suatu kerangka yang
dapat mengarahkan manusia dalam berpikir untuk mencapai sasarannya (Indrioko,
2012).
Jika mengamati petunjuk-petunjuk
Al-Qur’an, hadist Nabi, dan pengalaman sejarah intelektual dalam Islam, maka
dapat dikemukakan beberapa metode atau dapat disebut sebagai kaidah berpikir
dalam Islam, yang mengantarkan seseorang berpikir secara proporsional dan benar
untuk selanjutnya keluar dengan pemikiran yang jernih, lurus, dan relevan
dengan kehendak Allah SWT. Metode tersebut adalah:
1. Wahyu adalah satu-satunya sumber Aqidah dan Syari’ah.
2. Hubungan antara wahyu, akal, dan metode interpretasi
rasional.
3. Mencari kebenaran dengan sikap jernih.
4. Kebenaran dalam Al-Qur’an senantiasa paralel (Indrioko,
2012).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan
bahwa:
1. Secara sederhana, berpikir adalah
memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih
formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi
kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan
dalam long term memory. Jadi berpikir adalah sebuah representasi
simbol dari beberapa peristiwa atau item (Latipah, 2012).
2. Macam-macam berpikir, yaitu berpikir alamiah, berpikir
ilmiah, berpikir autistik, serta berpikir realistik yang terdiri dari berpikir
deduktif, berpikir induktif, berpikir evaluatif.
3. Komponen berpikir adalah mental images, konsep, dan
penalaran.
4. Proses berpikir yaitu pembentukan pengertian, pembentukan
pendapat, pembentukan keputusan, dan pembentukan kesimpulan.
5. Problem solving atau pemecahan masalah adalah kemampuan
berpikir yang utama karena hal itu meliputi cara berpikir yang lainnya:
berpikir kreatif dan analitis untuk pembuatan keputusan.
6. Metode berpikir secara Islami yaitu wahyu adalah satu-satunya
sumber Aqidah dan Syari’ah, hubungan antara wahyu, akal, dan metode
interpretasi rasional, mencari kebenaran dengan sikap jernih, kebenaran dalam
Al-Qur’an senantiasa paralel (Indrioko, 2012).
B. Saran
Dari pembahasan di atas maka disarankan
agar kita senantiasa berpikir secara kreatif dan analitis agar memperoleh
sasaran yang diharapkan serta selalu berpedoman pada metode berpikir secara
Islami.
DAFTAR PUSTAKA
Indrioko, Erwin. 2012. Berpikir dalam Psikologi
Pendidikan Islam. (http://erwinindri.blogspot.com/2012/09/berpikir-dalam-psikologi-pendidikan_21.html)
diakses tanggal 07 November 2012. Makassar.
Ismienar,Swestydkk.2009. Thinking. (http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/thinking.pdf) diakses
tanggal 07 November 2012. Makassar.
Latipah, Eva. 2012. Pengantar Psikologi
Pendidikan. Pedagogia. Yogyakarta.
diakses tanggal 07 November 2012. Makassar.
Said,Nasrullah.2011. Kemampuan.Berpikir.(http://nasrullah-said.blogspot.com/2011/10/contoh-rancangan-persiapan-pembelajaran.html)diakses tanggal 07 November 2012. Makassa
Kata
pengantar
Assalam’mualaikum
wr.wb
Alhamdulillah
syukur kami panjatkan kepada allah swt yang telah memberikan kami kesehatan,
sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Kami dari
kelompok, mencoba untuk mempresentasikan atau menjelaskan masalah berpikir.
berpikir
merupakan suatu masalah yang sangat penting yang harus di miliki oleh seseorang
untuk memberikan ide kepada orang lain. dengan berpikir seseorang dapat
membedakan mana yang benar dan mana yang salah dengan berpikir juga orang dapat
menentukan jalan hidupnya..
Perlu
teman-teman sekalian semua ketahui bahwa dalam pembuatan makalah ini kami
mengakui bahwa masih banyak kekurangan dimana-mana, maka dari itu sebelumnya
kami meminta maaf sekaligus kami minta dimaklumi. Jika masih banyak kekurangan
dalam makalah ini karena kami juga masih dalam tahap pembalajaran.
Semoga
dengan makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Walaupun
Cuma sedikit tetapi mungkin akan bermanfaat bagi kita semua. Dan kami harap
teman-teman bisa mengambil pelajaran dari makalah kami ini. Kami akhiri
Wassalam’mualaikum
wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar